Langsung ke konten utama

VISI dan MISI, STRATEGI DASAR GERAKAN PRAMUKA 2014-2019

VISI dan MISI, STRATEGI DASAR 
GERAKAN PRAMUKA 2014-2019
(Kep. Munas Gerakan Pramuka Nomor: 10/Munas/2013)

Visi

Tantangan utama yang dihadapi oleh Gerakan Pramuka sebagai organisasi pendidikan nonformal yang turut berperan dalam pendidikan kaum muda Indonesia adalah bagaimana menempatkan organisasi dan kegiatan kepramukaan sebagai kegiatan yang menarik dalam kehidupan kaum muda.
Melalui kegiatan Gerakan Pramuka diharapkan karakter dan kepribadian kaum muda dapat dibina dan dikembangkan guna turutserta dalam pembangunan nasional, dalam hal ini Gerakan Pramuka menjadi wadah pembentukan karakter dan kepribadian kaum muda. Berdasarkan hal tersebut, ditetapkan Visi Gerakan Pramuka Tahun 2014–2019

Visi Gerakan Pramuka sebagai berikut  : 

”GERAKAN PRAMUKA MENJADI PILIHAN UTAMA BAGI PEMBENTUKAN KARAKTER KAUM MUDA”


Misi

Gerakan Pramuka berkewajiban untuk memberikan peran dan kontribusinya kepada pembangunan masyarakat, bangsa dan negara. Berdasarkan hal tersebut, ditetapkan
Misi Gerakan Pramuka sebagai berikut:

A. MEWUJUDKAN GERAKAN PRAMUKA YANG MANDIRI DAN BERMUTU.
B. MEMANTAPKAN SISTEM PENDIDIKAN GERAKAN PRAMUKA YANG MENANAMKAN NILAI-NILAI KEPRAMUKAAN BAGI KAUM MUDA.

STRATEGI DASAR GERAKAN PRAMUKA
( 2014 – 2019 )

Dengan memperhatikan analisis SWOT dan mempertimbangkan pencapaian Renstra Gerakan Pramuka tahun 2009-2014, ditetapkan 7 (tujuh) strategi dasar pengembangan Gerakan Pramuka untuk jangka waktu 2014-2019, yaitu:
  1. Pemberdayaan gugus depan berbasis satuan pendidikan dan satuan karya pramuka.
  2. Penerapan sistem pembinaan anggota dewasa secara konsisten dan konsekuen.
  3. Implementasi yang konsisten dan konsekuen dari peraturan perundang-undangan dan peraturan penyelenggaraan organisasi.
  4. Peningkatan manajemen sumber daya.
  5. Peningkatan usaha dana dan pengelolaannya.
  6. Peningkatan citra Gerakan Pramuka melalui kehumasan dan pengabdian masyarakat.
  7. Memperkuat posisi Gerakan Pramuka dalam organisasi kepramukaan dunia.

Komentar

Postingan Populer

Cara Membuat Simpul Hidup

Simpul hidup merupakan simpul paling dasar. Simpul hidup atau  overhand knot  juga menjadi simpul yang mendasari pembuatan simpul-simpul lainnya seperti  simpul mati dan simpul nelayan atau simpul kembar. Simpul hidup digunakan sebagai simpul pada ujung tali untuk menjaga agar jalinan tali di ujung tali tidak terurai serta menjaga tali dari pergeseran. Di kepramukaan, simpul hidup termasuk salah satu simpul yang harus dikuasai oleh para pramuka. Simpul ini termasuk salah satu simpul yang diujikan dalam Syarat Kecakapan Umum baik untuk pramuka siaga (SKU Bantu Nomor 34) maupun SKU Penggalang ( SKU Penggalang Ramu  Nomor 23). Cara Membuat Simpul Hidup Untuk membuat  simpul hidup  sangatlah mudah. Caranya buatlah sosok (lingkaran) kemudian masukkan salah satu ujung tali ke dalam sosok tersebut kemudian eratkan (tarik kedua ujung tali) hingga sosok tadi mengencang. Lebih jelasnya perhatikan gambar : Selain overhand knot juga dikenal...

Pengertian Pramuka Beserta Tujuan, Fungsi, Prinsip dan Metodenya

PENGERTIAN PRAMUKA – Pengertian kepramukaan, gerakan pramuka, dan pramuka sering kali disamakan, bahkan saling tertukar. Jangankan oleh orang yang awam kepramukaan dan tidak pernah menjadi pramuka, banyak di antara anggota gerakan pramuka sendiri yang bingung dalam menerangkan pengertian ketiga hal tersebut. Padahal dari ketiga hal tersebut mengandung pengertian yang berbeda namun saling terkait. Pada postingan kali ini kami akan memberikan sedikit perbedaan pengertian tentang kepramukaan, gerakan pramuka dan pramuka. Selain itu kami akan memberikan membahas mengenai tujuan, fungsi, prinsip dan metode kepramukaan. Pengertian Pramuka Pramuka adalah sebutan bagi para anggota gerakan pramuka yang meliputi pramuka siaga, penggalang, penega dan pandega. Kelompok anggota yang lain ialah pembina pramuka, andalana, pelatih, pamong saka, staf kwartir dan majelis pembimbing. Seorang pramuka harus telah dilantik menjadi anggota pramuka dengan mengucapkan janji (satya) pramuka. ...

Struktur Organisasi Gerakan Pramuka

Struktur Organisasi Gerakan Pramuka  adalah bagan atau skema yang menggambarkan tingkatan-tingkatan organisasi Gerakan  Pramuka  mulai dari tingkatan yang paling bawah sampai dengan yang paling atas beserta mekanisme  kerjanya. Dengan struktur organisasi tersebut, Gerakan Pramuka sebagai organisasi kepanduan di Indonesia dapat menyusun dan menata organisasi gerakan pramuka dari tingkat Nasional, Daerah, Cabang, Ranting, sampai ke  Gugusdepan . Sehingga organisasi dapat berjalan dengan efektif. Struktur organisasi Gerakan Pramuka diatur dalam Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Nomor 220 Tahun 2007 tentang Petunjuk Penyelenggaraan Pokok-Pokok Organisasi Gerakan Pramuka. Dalam keputusan ini juga diatur tentang tugas pokok dan fungsi Gerakan Pramuka, pembagian tugas dan tanggung jawab, musyawarah, dan garis hubungan dalam organisasi Gerakan Pramuka. Surat Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Nomor 220 Tahun 2007 tentang Petunjuk Penyelen...

SELAMAT DATANG DI SITUS RESMI SAKO SPN CABANG SUBANG

GERAKAN PRAMUKA INDONESIA ( The Indonesia Scout Movement ) Sejarah Kepramukaan Scouting  di Indonesia dikenal dengan istilah Kepramukaan, dikembangkan oleh Lord Baden Powell sebagai cara membina kaum muda di Inggris yang terlibat dalam kekerasan dan tindak kejahatan, beliau menerapkan  scouting  secara intensif kepada 21 orang pemuda dengan berkemah di pulau Brownsea selama 8 hari pada tahun 1907. Pengalaman keberhasilan Baden Powell sebelum dan sesudah perkemahan di Brownsea ditulis dalam buku yang berjudul “ Scouting for Boy ”. Melalui buku “Scouting for Boy” itulah kepanduan berkembang termasuk di Indonesia. Pada kurun waktu tahun 1950-1960 organisasi kepanduan tumbuh semakin banyak jumlah dan ragamnya, bahkan diantaranya merupakan organisasi kepanduan yang berafiliasi pada partai politik, tentunya hal itu menyalahi prinsip dasar dan metode kepanduan. Keberadaan kepanduan seperti ini dinilai tidak efektif dan tidak dapat mengimbangi perkembangan jaman ser...

Cara Membuat Simpul Anyam

Membuat  simpul  anyam atau  sheet bend  menjadi salah satu  teknik kepramukaan  bidang tali temali yang paling dasar. Bersama dengan  simpul mati , simpul hidup,  simpul pangkal , simpul jangkar, dan beberapa lagi, simpul anyam akan sangat sering dipakai dalam kegiatan tali temali di kepramukaan. Karena peran pentingnya itu para  pramuka , mulai dari  siaga ,  penggalang , maupun anggota dewasa, sudah selayaknya menguasai dengan benar teknik pembuatan simpul anyam ( sheet bend  ). Simpul anyam digunakan untuk menyambung dua buah utas tali kering yang ukurannya tidak sama besar. Dalam arti, jika ingin menyambung dua utas tali di mana yang satu berukuran besar dan satunya lagi berukuran kecil, gunakanlah simpul anyam. Cara Membuat Simpul Anyam Untuk membuat simpul anyam atau  sheet bend  tidaklah sulit. Caranya adalah: Buatlah sosok pada ujung utas tali yang berukuran lebih besar (dalam gambar,...